Bengawan Solo

Bengawan Solo,
ciptaan Gesang :

Bengawan Solo, riwayatmu ini        sedari dulu jadi perhatian insani        musim kemarau, tak seberapa airmu        di musim hujan air meluap        sampai jauh ...        mata airmu dari Solo        terkurung gunung seribu        air mengalir sampai jauh        akhirnya ke laut ...        itu perahu, riwayatmu dulu        kaum pedagang s'lalu naik itu perahu
Bengawan Solo,  sungai terbesar dan terpanjang serta sangat melegenda di pulau Jawa, alirannya bermula dari beberapa sungai musiman di kaki gunung kiratawu, Pacitan, Jawa Timur. Sungai-sungai kecil tersebut kemudian menyatu di perbatasan Pacitan dan Wonogiri, tepatnya di dusun Muning, desa Jeblogan, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri. Hulu sungai Bengawan Solo lebarnya sekitar 10 meter pada saat pasang (penghujan) dan sekitar 5 meter saat kering (kemarau). Sungai yang berdasarkan pantauan perangkat Global Positioning System (GPS) terhitung sepanjang 527 Km, membentang dari Jawa Tengah sampai Jawa Timur dan mengalir melalui 11 (sebelas) Kota/Kabupaten.

Pada jaman dulu sungai ini menjadi urat nadi perdagangan dan sarat dengan pesona wisata, tak heran seniman Gesang sampai menciptakan sebuah lagu yang kemudian menjadi sangat populer di seluruh dunia dan menjadi ikon tentang kota Solo. Sampai saat ini, Bengawan Solo masih memberikan kontribusi untuk kehidupan masyarakat seperti pasir dan lumpurnya untuk bahan bangunan dan pembuatan batu bata, sementara airnya dijadikan sebagai bahan baku sejumlah instalasi perusahaan daerah air minum.