Konon kata batik berasal dari istilah jawa Ngembat Titik, yang artinya mengisi titik. Namun dalam perkembangannya, batik justru telah dipatenkan di banyak negara, sementara Indonesia selaku pewaris kebudyaan tersebut hanya bisa gigit jari. Saat ini batik sudah dipatenkan di Malaysia, Singapura, dan juga Thailand.

Berdasarkan riset para sejarawan dan antropolog, batik sudah dikenal di Nusantara sejak sebelum kebudayaan India yang dibawa para pedagangnya, masuk. Secara historis, batik berkait erat dengan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Islam lainnya. Dalam Shouteast Asia in The Age of Commerce karangan Prof Anthony Reid, kain batik Jawa bersama dengan kain kotak-kotak dari Selayar Bugis, merupakan respon angsung rakyat dari tekanan kemiskinan di Nusantara. Sebelumnya, bangsa Asia Tenggara yang bermukim di pesisir elatif lebih makmur. Karenanya mereka senang membeli kain sutera dari China maupun kain halus dari India. Penghancuran ekonomi kaum pribumi yang berada di pesisir oleh kolonialisme barat, memaksa kaum pribumi untuk menyediakan kain yang lebih kasar. Antara lain batik yang ditenun di daerah pantai hingga pedalaman.

Evolusi kain batik, akhirnya bertaut erat dengan aneka relasi yang makin memendarkan kualitas batik itu sendiri. Ketika pihak Keraton sebagai representasi peradaban pribumi mengangkat batik sebagai karya seni yang adi luhung, maka batik digarap dengan pola yang lebih halus dan rumit. Para seniman Kraton lalu mencipta aneka motif Batik untuk memenuhi kebutuhan busana kaum bangsawan guna melakukan upacara-upacara di Kraton.
Batik Indonesia
BATIK

Batik Indonesia
Sejarah Batik
Jenis batik
Tips n Trik
Articles
Motif
Batik Kawung
Batik Lasem Sekar Jagad